MARI JO TORANG BAKU BEKENG PANDE

Kita Sadar Kalo Kita pe Pengetahuan tentang Tareran dan Minahasa Umumnya masih kacili skali...soitu kita mulai belajar dan cari sumber sumber yang bisa membantu...dibawah ini adalah sebagian informasi yang kita dapat yang kita ingin berbage deng samua kawanua...

Friday, November 19, 2010

Susunan Upacara Adat Kematian Orang Tareran


Upacara Adat Kematian


1.                             Sesaat setelah seseorang meninggal warga sekitar (jaga,kolom/RT) gotong royong membantu keluarga bangun bangsal , menyiapkan konsumsi bagi para pekerja yang membangun bangsal dan bagi para pelayat.

2.                           Malamnya ibadah dan " Masamper " / memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka dengan menyanyikan lagu-lagu rohani atau lagu tempo dulu ; menemani keluarga jaga mayat / jenazah.
 
3.                           Upacara pemakaman didahului dengan ibadah. Jika hari minggu kita diingatkan dengan Lonceng Gereja bahwa Ibadah akan segera dimulai, Untuk Upacara adat yang satu ini orang Tareran Juga menambahkan " Tetengkoren " ( kentongan ) untuk menandakan Ibadah Pemakaman akan segera di mulai. Susunan Ibadah Pemakaman biasanya meliputi :
·          Sambutan/ kata-kata penghiburan
I.                    Pemerintah desa
II.                  Dari gereja
III.                Sesuai permintaan keluarga
IV.                Kalau keluarga mempunyai hubungan dengan organisasi lain, maka organisasi itu akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kata-kata penghiburan dan diakonia
·         Pembacaan Riwayat hidup (dibacakan oleh anak tertua atau cucu tertua ).
·         Sebelum Ibadah selesai/ditutup. Bersama-sama dengan masyarakat dan jemaat mengantar jenazah keliang lahat
·         Apabila yang meninggal itu adalah  tokoh jemaat (mantan pelsus) jenazah dibawa kegereja dan jenazah disemayamkan di gereja dilanjutkan dengan ibadah
·         Apabila dia tokoh masyarakat (pernah menjadi kuntua, kepala jaga / perangkat desa) di bawa di kantor hokum tua / balai desa untuk mengenangkan jasa-jasa dari yang meninggal semasa dia hidup dan dilaksanakan pelepasan. Setelah itu barulah Jenazah di bawa ke Ladang Pekuburan untuk di Makamkan. Seteh itu baru Ibadah Pemakaman ditutup.
·         Sekembalinya dari lahan pekuburan bersama-sama dengan keluarga kemudian keluarga telah menyiapkan konsumsi ringan untuk sekedar melepas lelah dari ladang pekuburan.

(sumber:Tokoh Masyarakat dan Pemerhati Pemerintah Desa Rumoong Atas Bpk. Dolfie Karundeng )

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

In Memoriam My Lovely Dog "LOU" Good Bye Buddy I Love You...!!!